ANALISIS SWOT DALAM PENGEMBANGAN BUDIDAYA TANAMAN LOKAL BALALE
DOI:
https://doi.org/10.57094/Keywords:
Balale, Tanaman Lokal, Usaha Lokal Berkelanjutan, Nilai Ekonomi Dan Budaya, LokalAbstract
Tanaman balale merupakan tanaman lokal khas Nias yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan usaha kerajinan tangan berkelanjutan. Tanaman ini digunakan sebagai bahan pembuatan tikar (ufo), tempat sirih (bolabola), dan seubagoa (topi khusus untuk bertani) yang hingga saat ini masih dimanfaatkan oleh masyarakat Nias. Selain memiliki nilai ekonomi, balale juga mengandung nilai budaya yang penting bagi masyarakat lokal. Selain itu, tanaman balale juga memiliki nilai lingkungan; tanaman balale dapat menjaga ekologi lingkungan. Namun, keberadaan tanaman balale menghadapi tantangan, seperti semakin berkurangnya populasi tanaman balale, belum adanya budidaya yang dilakukan secara terencana, ketergantungan masyarakat pada tanaman balale yang tumbuh alami di kawasan pantai dan hutan, berkurangnya jumlah petani dan pengrajin, serta terbatasnya pemasaran produk kerajinan berbahan balale. Selain itu, produk-produk modern dengan fungsi serupa semakin mudah diperoleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam pengembangan budidaya tanaman balale melalui pendekatan SWOT. Deskriptif kualitatif adalah metode penelitian dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan matriks SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberlanjutan budidaya balale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balale memiliki kekuatan berupa kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan lokal, nilai budaya yang kuat, dan potensi sebagai bahan kerajinan ramah lingkungan. Peluang yang tersedia meliputi pengembangan usaha kerajinan berbasis sumber daya lokal serta peningkatan ekonomi dan pariwisata Nias. Sementara itu, ancaman berasal dari penurunan populasi tanaman, alih fungsi lahan, dan persaingan dengan tanaman komersial lainnya. Oleh karena itu, diperlukan strategi budidaya berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas petani dan pengrajin serta penguatan promosi produk berbasis balale.
References
Engelhaupt, Erika, https://www.nationalgeographic.com/science/article/butterflies-behaving-badly-what-they-dont-want-you-to-know, accessed on 1st Juli 2026.
Kramsch, C, “Language and Culture”, Oxford, Oxford University Press: 1998.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J, “Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.)” Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2014
Wardhaugh, R. “An Introduction to Sociolinguistics (5th ed.)”. Oxford: Blackwell Publishing., 2006.
Zagötö, Sitasi,”Variasi Bahasa Nias: Sebuah Kajian Dialektologi” Dissertation, Medan, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara: 2018
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rebecca Evelyn Laiya, Masaria Ndruru

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
